Jualannya Sama, Kok Hasil Beda?

Sama-sama jualan obat herbal, kok hasilnya beda ya.

Satunya dagangannya laris, satunya lagi sepi. WHY???

 

Sama-sama belajar jualan di Guru yang sama, kok hasilnya beda ya.

Satunya dagangannya selalu habis, satunya lagi cuma laku 2 picis. WHY???

 

Sama-sama memasarkan melalui online, kok hasilnya beda ya.

Satunya dagangannya cepet laku, satunya lagi cuma dapet chat tai gak ada pembelian. WHY???

 

Pernah gak anda melihat seorang penjual seperti itu? atau mungkin anda sendiri yang mengalaminya?

Yes, memang begitulah dunia bisnis, sering tak sesuai harapan. Sedih kan T_T

 

Mungkin anda bilang, semua sudah diatus ama Allah, rezeki gak mungkin ketukar, dll. Ya kan?

Eits tunggu dulu. Banyak loh orang yang bilang begitu karena mereka pesimis. Karena mereka cuma nyari alasan karena dagangan gak laku.

 

STOP! Memang betul, rezeki dari Allah. Tapi ingat, ada hukum korelasi (sebab akibat) yang ditentukan oleh Allah.

Seperti ini, jika anda belajar sepeda maka anda akan bisa bersepeda. Jika anda belajar memasak, maka anda akan jago masak.

Jika anda belajar bisnis, maka anda akan jago dalam berbisnis.

Itu hukum korelasi. Ada sebab, ada akibat. Ini ketetapan Allah.

Kalau anda rajin menghafal Alquran, maka anda bisa menjadi seorang Hafidz (penghafal Alquran).

Sudah paham maksud saya?

 

Ok, disini saya tidak mencari jawaban seperti “Semua sudah takdir, rezeki ada yang ngatur, gak mungkin tertukar”.

Kalau anda jawab seperti itu, semua permasalahan tak akan selesai, tak ada pembahasan.

Takdir, itu adalah jawaban agar anda tawakkal. Sedangkan proses sebelum tawakkal adalah anda harus ikhtiyar (berusaha).

 

Kenapa ada anak yang terlahir tak pandai, jangan jawab itu karena kehendak Allah.

STOP! Kalau anda jawab seperti itu, tak ada solusi.

Kenapa ada anak terlahir tak pandai, jawabannya karena dia kurang tekun belajar. Nah, solusinya si anak harus dibuat lebih tekun dalam belajar.

Paham kan?

Jangan langsung mengaitkan ke Allah. Karena manusia itu menilai dari dzahir, sedangkan urusan bathin itu Allah.

Maksudnya, jika ada problem anda itu disuruh mikir dulu. Gunakan ilmu anda, logika anda, ikhtiyar dulu, jangan keburu tawakkal.

 

*****

 

Kembali lagi ke pembahasan,

Kenapa sih ada penjual yang produknya sama, belajar dari guru yang sama, metode jualannya juga sama, tapi hasilnya beda?

MARKET!

Jawabannya adalah MARKET.

 

Coba bayangin aja. Contoh, anda belajar bisnis dari pakar penjualan. Akhirnya anda jualan kripik kentang pedas melalui online. Nah kebetulan teman anda juga jualan kripik kentang.

Setelah dipasarkan melalui media online, eh ternyata dagangan anda sepi, sedangkan dagangan teman anda laris manis.

Kok bisa ya?

Setelah diteliti, eh ternayata market anda salah. Saat anda jualan online, ternyata market yang anda juali adalah mereka yang sedang dalam proses diet.

Ya gak bakal laku lah. Berdasarkan penelitian di Harvard, kentang bisa mempercepat proses penggemukan.

 

Catat! Ketepatan market menentukan lakunya suatu produk.

Meskipun teknik promosi anda jelek, produk anda dikemas jeles, jika market tepat pasti akan laku.

 

Gimana cara menemukan market yang tepat?

Simpelnya, anda bisa melakukan iklan di facebook dengan menarget ke spesifik market.

Anda bisa menarget mareka berdasarkan behaviour, status sosial, dll.

Tapi tentu, dengan cara ini anda harus mengeluarkan biaya perharinya. Karena anda beriklan.

 

Atau anda juga bisa menggunakan metode-metode gratisan.

Untuk kelanjutan materi bisa anda baca di Jualan Laris Padahal Gak Jago Marketing, Kok Bisa?

 

1 thought on “Jualannya Sama, Kok Hasil Beda?”

  1. Seteleh baca, jadi sedikit tahu Ilmunya bisnis seperti itu. jadi jangan salah pilih market,Jadi tambah semangat nih bisnis.

Leave a Comment